Surat Pastoral Perdana 2026, HKBP Tegaskan Ajakan Hidup Sehat Tanpa Rokok Surat Pastoral Perdana 2026, HKBP Tegaskan Ajakan Hidup Sehat Tanpa Rokok

Surat Pastoral Perdana 2026, HKBP Tegaskan Ajakan Hidup Sehat Tanpa Rokok

Surat Pastoral Pertama yang menekankan ajakan hidup sehat tanpa rokok bagi seluruh pelayan HKBP dan keluarga (kiri) dan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. (kanan). (Foto: dok/Fb/ist)

SMSNEWS.id | Tarutung – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., mengawali tahun 2026 dengan menerbitkan Surat Pastoral Pertama yang menekankan ajakan hidup sehat tanpa rokok bagi seluruh pelayan HKBP dan keluarga. Surat pastoral bernomor 01/L08/I/2026 tersebut ditandatangani di Pearaja–Tarutung pada 2 Januari 2026.

Surat ini sekaligus menjadi penanda arah penggembalaan HKBP di awal tahun, dengan penegasan bahwa gereja hadir bukan untuk menghakimi, melainkan merawat kehidupan dan iman warganya.

Dalam unggahan di akun Facebook pribadi Ephorus Victor Tinambunan, ia menulis, “Dalam semangat penggembalaan dan kasih persaudaraan, himbauan ini kami sampaikan bukan sebagai tekanan atau paksaan, melainkan sebagai ungkapan kepedulian dan tanggung jawab iman yang kita pikul bersama,” tulisnya.

Ajakan Kasih, Bukan Larangan Kaku

Ephorus menegaskan bahwa himbauan tidak merokok ini ditujukan kepada pelayan penuh waktu HKBP beserta keluarga, sebagai bentuk ajakan untuk menata kehidupan yang lebih baik, khususnya dalam menjaga kesehatan tubuh yang adalah karunia Tuhan.

Menurutnya, sikap gereja dalam persoalan ini berpijak kuat pada Pengakuan Iman (Konfesi) HKBP, yang menolak pola hidup yang dikuasai oleh rokok. Dalam terang iman tersebut, gereja memandang komitmen tidak merokok sebagai panggilan rohani, bukan sekadar aturan moral.

“Pengakuan Iman HKBP secara tegas menolak pola hidup yang dikuasai oleh rokok. Dalam terang pengakuan iman itu, ajakan ini kami sampaikan sebagai panggilan rohani,” tulis Ephorus dalam unggahan Facebook yang sama, Jumat (2/1/26).

Empat Pertimbangan Pastoral

Dalam surat pastoralnya, Ephorus merinci empat pertimbangan utama. Selain dasar iman gereja dan aturan kepersonaliaan, aspek kesehatan fisik menjadi perhatian serius mengingat tuntutan pelayanan yang membutuhkan stamina dan daya tahan jangka panjang.

Ia juga menyoroti soal kesaksian penggunaan berkat Tuhan, khususnya terkait biaya hidup pelayan yang bersumber dari persembahan umat. Gereja menilai berkat tersebut patut digunakan untuk menopang kehidupan, bukan untuk sesuatu yang merusak kesehatan.

Pertimbangan terakhir adalah keteladanan dalam keluarga, sejalan dengan Orientasi Pelayanan HKBP 2026: “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Menurut Ephorus, teladan hidup sehat dari orangtua dan pelayan gereja memiliki pengaruh besar bagi anak-anak dan generasi muda.

Harapan di Awal Tahun 2026

Menutup suratnya, Ephorus kembali menegaskan bahwa gereja menghormati kebebasan setiap pelayan dalam mengambil keputusan, namun mengajak agar kebebasan itu dijalani dalam tanggung jawab iman.

“Kiranya Tuhan yang empunya hidup menyertai setiap langkah kita, meneguhkan niat baik kita, serta melimpahkan damai sejahtera-Nya sepanjang perjalanan kita memasuki tahun 2026,” tulis Ephorus Victor Tinambunan, sebagaimana dikutip dari akun Facebook pribadinya.

Dengan surat pastoral ini, HKBP menegaskan komitmennya untuk membangun pelayanan yang sehat, berintegritas, dan memberi kesaksian hidup yang kuat di tengah keluarga dan jemaat. (John)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama