![]() |
| Bawaslu DIY Gandeng Pemuda Katolik Bangun Generasi Muda Sadar Demokrasi. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Yogyakarta – Upaya memperkuat kualitas demokrasi di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pemuda Katolik Komisariat Daerah DIY yang dilaksanakan di Yogyakarta, Rabu (5/8/2026).
Kesepakatan tersebut menjadi tonggak baru dalam membangun pendidikan politik yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Fokus utama kerja sama diarahkan pada peningkatan literasi politik masyarakat, khususnya kaum muda, agar mampu menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Ketua Bawaslu DIY, Drs. Mohammad Najib, M.Si., menjelaskan bahwa Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai kota pendidikan dengan jumlah mahasiswa dan pelajar yang sangat besar. Tingginya mobilitas penduduk dari berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pengawasan pemilu, terutama dalam menjamin terpenuhinya hak konstitusional setiap warga negara.
Ia menilai pemilih muda merupakan kelompok yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan politik harus terus diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
"Semakin baik pemahaman masyarakat terhadap demokrasi, semakin tinggi pula kualitas partisipasi yang akan terbangun. Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ketua Pemuda Katolik Komda DIY, Pancratius Rio Mayrolla, mengatakan organisasi yang dipimpinnya memiliki komitmen untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami nilai-nilai demokrasi sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Menurut Rio, pendidikan politik harus mampu mengubah cara pandang generasi muda bahwa politik bukan sekadar urusan kontestasi pemilu, melainkan ruang pengabdian kepada bangsa melalui sikap kritis, kepedulian sosial, serta keterlibatan dalam proses pembangunan.
"Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun karakter generasi muda yang berintegritas, memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Nilai Pro Ecclesia et Patria menjadi landasan kami untuk terus mengabdi kepada Gereja dan Negara," ungkapnya.
Perjanjian Kerja Sama tersebut mencakup sejumlah program strategis, mulai dari penyelenggaraan pendidikan politik di lingkungan Gereja Katolik, pelaksanaan program magang terkait kepemiluan dan demokrasi, hingga pelibatan Bawaslu DIY sebagai mitra dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemuda Katolik Komda DIY.
Kedua pihak juga berkomitmen membangun komunikasi yang intensif dalam mengembangkan berbagai program bersama guna memperkuat budaya demokrasi, meningkatkan literasi politik masyarakat, serta mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi model sinergi antara lembaga negara dan organisasi kepemudaan dalam memperluas jangkauan pendidikan politik di Indonesia. Dengan melibatkan generasi muda sebagai motor perubahan, demokrasi tidak hanya dipahami sebagai proses elektoral, tetapi juga sebagai budaya yang hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, sinergi antara Bawaslu DIY dan Pemuda Katolik Komda DIY diharapkan melahirkan berbagai program inovatif yang mampu memperkuat kualitas partisipasi publik, meningkatkan kesadaran politik masyarakat, serta memperkokoh nilai persatuan dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)
Editor: Red

