![]() |
| 12 AAV Masuk Indonesia, 21 Marinir Bisa Diangkut. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Jakarta – Sebanyak 12 unit kendaraan tempur amfibi Amphibious Assault Vehicle (AAV) tiba di Tanah Air dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2026).
Kedatangan 12 unit tersebut merupakan gelombang pertama dari rencana pemenuhan 35 unit AAV bagi Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Kehadiran kendaraan tempur ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi, khususnya mobilitas pasukan dari laut menuju pantai hingga sasaran di daratan.
Proses penerimaan Ranpur dipantau langsung Aslog Pangkormar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., bersama Sahli A Bid Ops Pangkormar Kolonel Marinir Didiet Hendra Wijaya, M.Mp., Danmenkav 1 Marinir Kolonel Marinir Agus Setiyo Budi, M.Tr.Opsla., serta Danyon Ranratfib 1 Marinir Letkol Marinir Muhan Solihan, M.M.Tr.Opsla.
Setelah diturunkan dari sarana pengangkut, kendaraan tempur tersebut kemudian dimuat ke truk oplegger untuk dibawa menuju Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak.
Pengangkutan dilakukan menggunakan sistem pengikatan untuk menjaga keamanan Ranpur selama perjalanan.
Kedatangan AAV memiliki arti penting bagi penguatan kendaraan tempur amfibi Korps Marinir. Sebelumnya, Korps Marinir telah menerima 10 unit LVT-7A1 dari Korea Selatan pada 7 Desember 2009.
AAV memiliki kemampuan yang dirancang khusus untuk mendukung pergerakan pasukan melalui medan perairan sebelum melanjutkan operasi menuju daratan. Ranpur tersebut disebut mampu menghadapi kondisi gelombang dan arus hingga Sea State 5.
Dari sisi performa, AAV menggunakan mesin Cummins V903 dengan tenaga 525 horsepower. Kendaraan ini memiliki panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, tinggi 3,26 meter dan bobot 23 ton.
Untuk mobilitas, AAV mampu melaju hingga 15 kilometer per jam di laut dan mencapai 75 kilometer per jam ketika beroperasi di darat.
Kemampuan angkut menjadi salah satu aspek penting kendaraan ini. AAV diawaki tiga personel dan dapat membawa hingga 21 prajurit infanteri Marinir berikut perlengkapan siap tempur.
Dengan kapasitas tersebut, AAV memberikan kemampuan angkut pasukan sekaligus perlindungan lapis baja dalam satu platform kendaraan tempur.
Kehadiran AAV juga diharapkan meningkatkan mobilitas laut ke darat, daya angkut pasukan, perlindungan serta kecepatan manuver dalam mendukung kemampuan amfibi Resimen Kavaleri Korps Marinir.
Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menegaskan bahwa kehadiran AAV akan semakin memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir.
Masuknya 12 unit AAV pada tahap pertama menjadi bagian dari proses pemenuhan 35 unit kendaraan tempur tersebut. Penguatan alutsista ini sekaligus menambah kemampuan Korps Marinir dalam menjalankan operasi yang membutuhkan pergerakan pasukan secara terintegrasi dari laut menuju daratan. (*)
Editor: Red

