96 Widya Load Scanner Beroperasi di 19 Wilayah, Cegah Kecurangan Muatan Tambang 96 Widya Load Scanner Beroperasi di 19 Wilayah, Cegah Kecurangan Muatan Tambang

96 Widya Load Scanner Beroperasi di 19 Wilayah, Cegah Kecurangan Muatan Tambang

96 Widya Load Scanner Beroperasi di 19 Wilayah, Cegah Kecurangan Muatan Tambang. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Yogyakarta — Teknologi pengukuran volume muatan berbasis LiDAR dan kecerdasan buatan mulai semakin banyak digunakan untuk meningkatkan transparansi dalam aktivitas pertambangan dan konstruksi. Widya Robotics mencatat sebanyak 96 unit Widya Load Scanner kini telah beroperasi di 19 provinsi dan kota di Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan Widya Robotics melalui siaran pers tertanggal 17 September 2026. Sebaran perangkat tersebut mencakup berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga kawasan timur Indonesia, termasuk Merauke, Papua.

Widya Load Scanner merupakan sistem yang dirancang untuk mengukur volume material yang diangkut menggunakan truk maupun dump truck. Teknologi tersebut memanfaatkan LiDAR untuk memindai permukaan material ketika kendaraan masih bermuatan.

Setelah material diturunkan, kendaraan kembali dipindai dalam kondisi kosong. Selisih dari kedua hasil pemindaian kemudian digunakan untuk menentukan volume aktual material yang diangkut.

Metode tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pengukuran manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan maupun membuka celah manipulasi data volume muatan.

Berdasarkan data Widya Robotics, Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah perangkat terbanyak, yakni 14 unit, disusul Sumatera Selatan sebanyak 12 unit. Sementara Jambi dan Banten masing-masing telah menggunakan 10 unit.

Di wilayah pertambangan Kalimantan, penggunaan teknologi tersebut juga telah tersebar. Kalimantan Timur tercatat memiliki sembilan unit, sedangkan Kalimantan Tengah sebanyak empat unit. Sementara di kawasan timur Indonesia, sebanyak dua unit telah beroperasi di Merauke.

Akurasi 98 Persen

Salah satu aspek yang dikedepankan Widya Robotics adalah proses verifikasi akurasi perangkat. Perusahaan menyebut tingkat akurasi Widya Load Scanner mencapai hingga 98 persen dan telah diverifikasi oleh PT Sucofindo melalui proses sertifikasi independen.

Menurut perusahaan, verifikasi pihak ketiga tersebut menjadi bagian penting karena data volume muatan yang dihasilkan tidak hanya berdasarkan klaim teknis produsen, tetapi telah melalui pengujian oleh lembaga independen.

CEO Widya Robotics, Alwy Herfian, mengatakan semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut menunjukkan kebutuhan industri pertambangan dan konstruksi terhadap sistem pengawasan volume material yang lebih transparan.

“Selama ini, banyak perusahaan tambang dan konstruksi masih mengandalkan penaksiran manual untuk menghitung volume muatan, dan itu membuka celah kesalahan sekaligus potensi kecurangan. Dengan Load Scanner, semua pihak punya angka yang sama dan bisa dipercaya, karena hasilnya sudah lewat sertifikasi independen,” ujar Alwy dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, penggunaan teknologi tersebut juga menjadi salah satu bukti bahwa solusi teknologi yang dikembangkan perusahaan dalam negeri dapat diterapkan pada sektor industri berat dengan cakupan wilayah yang luas.

Digunakan Proyek Berskala Besar

Widya Robotics menyebut Widya Load Scanner saat ini banyak digunakan oleh perusahaan konstruksi dan BUMN karya. Penggunaannya diarahkan untuk membantu memastikan akurasi pencatatan volume material, khususnya pada proyek berskala besar yang melibatkan aktivitas pengangkutan material dalam jumlah tinggi.

Perangkat tersebut tersedia dalam dua model, yakni portable dan static.

Versi portable dirancang agar mudah dipindahkan dan dapat digunakan pada proyek dengan durasi relatif pendek, seperti pembangunan jalan. Sementara versi static dipasang secara permanen di lokasi tertentu, antara lain area pertambangan atau batching plant.

Dalam keterangannya, perusahaan menyebut satu kali proses pemindaian membutuhkan waktu kurang dari satu menit sehingga diharapkan tidak mengganggu aktivitas operasional kendaraan di lapangan.

Widya Robotics juga menyatakan akan terus mengembangkan teknologi tersebut agar dapat beradaptasi dengan kondisi lapangan di Indonesia, termasuk wilayah dengan kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sulit dijangkau.

Dengan 96 unit yang telah beroperasi di 19 wilayah, penggunaan teknologi pengukuran volume muatan berbasis LiDAR tersebut menunjukkan semakin terbukanya pemanfaatan teknologi digital dalam upaya meningkatkan akurasi pencatatan material pada sektor pertambangan dan konstruksi

Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi, klarifikasi, dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan. (*)

Editor: Js

Lebih baru Lebih lama