Digerebek Bersama Istri Orang, ASN dan Kades di Taput Adu Jotos di Kontrakan Digerebek Bersama Istri Orang, ASN dan Kades di Taput Adu Jotos di Kontrakan

Digerebek Bersama Istri Orang, ASN dan Kades di Taput Adu Jotos di Kontrakan

Ilustrasi. Digerebek Bersama Istri Orang, ASN dan Kades di Taput Adu Jotos di Kontrakan. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Taput – Peristiwa yang mencoreng citra pejabat publik terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara. Seorang kepala desa dan aparatur sipil negara (ASN) terlibat perkelahian di sebuah rumah kontrakan di Jalan Lobusiregar, Kecamatan Siborongborong, Sabtu (14/3/26).

Keributan tersebut diduga dipicu persoalan rumah tangga yang berujung dugaan perselingkuhan.

Dua pria yang terlibat dalam peristiwa itu adalah LP (43), Kepala Desa Lumban Siagian Jae, Kecamatan Siatas Barita, dan IS (40) yang diketahui merupakan ASN di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Tapanuli Utara.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa LP datang ke rumah kontrakan tersebut setelah lama menaruh kecurigaan terhadap istrinya. Kecurigaan itu akhirnya memuncak ketika LP mendapati sang istri berada bersama IS di dalam rumah kontrakan tersebut.

Pertemuan yang tak terduga itu langsung memicu ketegangan hingga berubah menjadi perkelahian fisik.

Warga sekitar yang berada di lokasi menyaksikan keributan tersebut.

Salah seorang saksi mata berinisial Ar (38) mengatakan bahwa kedua pria tersebut terlibat perkelahian cukup sengit hingga membuat warga kesulitan melerai.

“Mereka saling pukul dan saling piting. Orang yang melerai sampai kerepotan,” ujarnya.

Digerebek Bersama Istri Orang, ASN dan Kades di Taput Adu Jotos di Kontrakan. (Foto: dok/ist)

Saksi lainnya As (35) juga mengaku melihat perempuan yang diduga istri LP berada di rumah kontrakan itu sebelum keributan pecah.

“Saya baru pertama kali melihat wanita itu datang ke rumah itu. Tidak lama kemudian langsung terjadi keributan,” katanya.

Hal senada disampaikan seorang karyawan salon di dekat lokasi berinisial Ms (33) yang mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian di dalam rumah tersebut, namun memastikan perempuan itu baru pertama kali datang ke lokasi tersebut.

Keributan yang terjadi akhirnya berhenti setelah warga turun tangan memisahkan kedua pria tersebut.

Namun persoalan kemudian berlanjut ke ranah hukum.

IS dilaporkan mengalami sejumlah luka memar di bagian wajah, tangan dan badan. Ia kemudian melaporkan LP ke Polsek Siborongborong dengan tuduhan penganiayaan berat.

Pihak kepolisian membenarkan laporan tersebut.

“Benar, kami telah menerima laporan dari saudara IS terkait dugaan tindak pidana penganiayaan berat. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar salah seorang petugas Polsek Siborongborong.

Polisi menyatakan masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta bukti lainnya guna memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Dalam laporannya kepada polisi, IS menyebut bahwa LP secara tiba-tiba melakukan pemukulan tanpa ada pembicaraan sebelumnya.

Sementara itu, persoalan rumah tangga antara LP dan istrinya turut mencuat dalam kasus ini. Istri LP disebut-sebut telah membuat surat perjanjian ketidakcocokan dengan suaminya sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Namun LP membantah hal itu. Ia menyatakan bahwa surat tersebut memang ada, tetapi dibuat setelah kejadian dan belum pernah ditandatangani olehnya.

Fakta lain yang ikut menjadi sorotan adalah keterangan mengenai aktivitas dinas luar kota yang selama ini disebut oleh perempuan tersebut kepada suaminya.

Menurut LP, istrinya kerap mengaku sedang berada di luar kota untuk urusan dinas kantor.

Namun keterangan tersebut berbeda dengan informasi dari pihak BKSDM Kabupaten Tapanuli Utara.

Seorang pejabat bidang di instansi tersebut menyatakan bahwa dalam kurun waktu hampir satu tahun terakhir kegiatan dinas luar kota sangat jarang dilakukan karena sebagian besar agenda dilaksanakan secara daring.

“Hampir tidak ada kegiatan dinas luar kota dalam satu tahun terakhir. Banyak kegiatan dilakukan secara online melalui Zoom,” ujarnya.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan baru mengenai alasan keberadaan perempuan tersebut di rumah kontrakan tersebut.

Di sisi lain, pihak keluarga LP juga disebut telah membuat laporan terpisah ke Polres Tapanuli Utara terkait insiden tersebut.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak BKSDM terkait ASN yang terlibat belum membuahkan hasil. Pihak kantor menyebut Kepala Dinas BKSDM sedang tidak berada di tempat karena urusan dinas luar kota.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi serta motif di balik peristiwa tersebut.

Media juga membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan pemberitaan sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. (Gomal)

Editor: Js

Lebih baru Lebih lama