![]() |
| Pengurus Baru Punguan Tuan Sihubil Sorong Raya Resmi Dikukuhkan. (Foto: dok/Jos/ist) |
SMSNEWS.id | Sorong – Kumpulan (Punguan) Tuan Sihubil se-Sorong Raya resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031 dalam sebuah acara yang berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Pergantian kepengurusan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan serta meningkatkan kinerja dalam melayani anggota. Ketua sebelumnya, P. Baringbing, menyatakan bahwa masa kepengurusan telah berakhir dan perlu dilakukan regenerasi.
Pernyataan tersebut disambut baik oleh seluruh anggota punguan, yang kemudian sepakat melaksanakan pemilihan pengurus baru secara musyawarah.
Hasilnya, I. Tampubolon terpilih sebagai ketua, didampingi R. Tampubolon sebagai wakil ketua. Posisi sekretaris dipercayakan kepada Sihombing, sementara bendahara dijabat oleh boru Tampubolon. Untuk bidang kerohanian dan diakonia, diisi oleh boru Hutasoit dan boru Silaen.
Pengukuhan pengurus baru ditandai dengan prosesi adat berupa pemberian ulos kepada pengurus lama sebagai simbol penghormatan atas pengabdian mereka selama menjabat.
Ketua terpilih I. Tampubolon menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi tulus dari pengurus baru.
“Kami ingin menunjukkan bahwa apa yang telah dilakukan pengurus lama sangat berarti bagi punguan ini. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk melanjutkan dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya, Selasa (24/3/26).
Adapun pengurus lama yang telah menyelesaikan masa tugasnya meliputi Ketua P. Baringbing, Wakil Ketua A. Tampubolon, Bendahara boru Tampubolon, serta bidang kerohanian yang diisi oleh boru Sianipar dan boru Sitorus.
Prosesi serah terima jabatan berlangsung secara resmi di bawah pengawasan penasehat punguan, J. Silaen dan E. Tampubolon.
Setelah pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah penambahan poin dalam Anggaran Rumah Tangga guna memperkuat sistem organisasi.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan makan bersama yang berlangsung hangat, mencerminkan solidaritas dan kebersamaan antar anggota punguan. (Jos)
Editor: Red

