Perbedaan Lebaran, Haedar Nashir Minta Tak Ada Saling Vonis Perbedaan Lebaran, Haedar Nashir Minta Tak Ada Saling Vonis

Perbedaan Lebaran, Haedar Nashir Minta Tak Ada Saling Vonis

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K. H. Haedar Nashir, M.Si. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Bantul — Di tengah perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K. H. Haedar Nashir, M.Si., menyerukan sikap bijak dari para tokoh agama agar tidak memperkeruh keadaan melalui pernyataan yang memicu polemik.

Pernyataan itu disampaikan Haedar usai menunaikan salat Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Jumat (20/3/26).

Ia menegaskan bahwa perbedaan dalam penetapan hari raya merupakan dinamika yang sudah lama terjadi dan seharusnya tidak lagi menjadi sumber konflik di tengah masyarakat.

Dalam pandangannya, memperdebatkan perbedaan secara berlebihan justru berpotensi merusak harmoni sosial. Ia pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa paling benar hingga menyudutkan kelompok lain.

“Tidak perlu mencari pembenaran diri apalagi memvonis pihak lain yang berbeda, baik dalam konteks keagamaan maupun pemerintahan,” kata Haedar.

Lebih lanjut, Haedar menilai bahwa masyarakat Indonesia sejatinya memiliki kedewasaan kolektif dalam menyikapi perbedaan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak memproduksi narasi yang memperuncing perbedaan.

Menurutnya, Idulfitri seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan memperdalam nilai-nilai spiritual, bukan sebaliknya menjadi ajang perdebatan yang mengarah pada perpecahan.

Haedar juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah keragaman praktik ibadah. Ia berharap umat Islam lebih fokus pada esensi Idulfitri, yakni kembali kepada kesucian dan meningkatkan kualitas keimanan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita beribadah dengan khusyuk dan menjaga kesalehan jiwa serta pikiran, tanpa tergoda oleh perbedaan yang bisa meretakkan persaudaraan,” tuturnya.

Dengan demikian, Haedar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan, demi menjaga harmoni dan persatuan bangsa. (*/Red)

Editor: John

Sumber: Website Resmi Muhammadiyah

Lebih baru Lebih lama