IKRH Perkuat Organisasi, Nama Berubah Jadi IKRH Papua Barat Daya IKRH Perkuat Organisasi, Nama Berubah Jadi IKRH Papua Barat Daya

IKRH Perkuat Organisasi, Nama Berubah Jadi IKRH Papua Barat Daya

IKRH Perkuat Organisasi, Nama Berubah Jadi IKRH Papua Barat Daya. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Sorong – Ikatan Keluarga Risapori Henalatu (IKRH) Sorong Raya menetapkan sejumlah keputusan strategis dalam rapat kerja (Raker) periode 2026–2030. Selain mengesahkan program kerja empat tahun ke depan, Raker juga menyepakati perubahan nama organisasi menjadi Ikatan Keluarga Risapori Henalatu Papua Barat Daya.

Raker digelar di Aula Gereja Zoar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (25/8/2026).

Mengangkat tema “Satu Langkah, Satu Tujuan untuk Mewujudkan Ikatan Keluarga Risapori Henalatu Sorong Raya yang Lebih Baik”, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri atas pengurus, penasihat, dan anggota IKRH.

Raker dipimpin Ketua IKRH Sorong Raya, Drs. Ec. Jhon Lewerissa, bersama Wakil Ketua Jongky R. Fonataba, S.E., M.M., dan Sekretaris Japie Haurissa, S.E., M.MPd.

Forum organisasi tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah pengurus dan anggota dalam menentukan program prioritas sekaligus memperkuat struktur organisasi untuk periode 2026–2030.

Sekretaris IKRH Sorong Raya, Japie Haurissa, menjelaskan Raker memiliki tujuan utama menyusun, membahas, dan menetapkan program kerja organisasi untuk empat tahun mendatang.

Ia mengatakan setiap program yang telah ditetapkan akan dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Evaluasi tersebut dapat dilakukan per semester maupun per caturwulan sehingga pelaksanaan program dapat terus disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi.

“Program-program yang telah disusun ini nantinya akan kita lihat dan evaluasi secara berkala, baik per semester maupun per caturwulan, sehingga pelaksanaannya dapat terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi,” kata Japie.

Untuk memastikan pembagian tugas berjalan lebih terarah, Raker membentuk sejumlah bidang organisasi. Struktur tersebut mencakup Bidang Kerohanian, Diakonia, SDM, Kesehatan dan Kebugaran, Hukum dan Advokasi, Ekonomi dan Keuangan, Perlengkapan, Aset dan Transportasi, Humas dan Multimedia, serta Kepemudaan dan Olahraga.

IKRH juga menetapkan koordinator untuk empat rayon guna mendukung koordinasi organisasi di tingkat wilayah.

Setelah masing-masing bidang mempresentasikan rancangan program kerja, peserta Raker diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, usulan, dan saran. Setiap masukan menjadi bahan penyempurnaan sebelum program akhirnya disetujui dan disahkan oleh Ketua IKRH.

Ketua IKRH Sorong Raya, Jhon Lewerissa, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Raker. Menurutnya, keterlibatan anggota menjadi modal penting dalam menjalankan organisasi selama periode 2026–2030.

Jhon menegaskan program kerja yang telah disusun tidak hanya berorientasi pada kepentingan pengurus, tetapi diarahkan agar dapat dirasakan seluruh anggota.

“Semua program kerja selama empat tahun ke depan, periode 2026–2030, telah kita bahas. Program-program ini disusun agar dapat menyentuh seluruh anggota,” ujar Jhon.

Ia mengatakan kegiatan keagamaan menjadi salah satu perhatian organisasi. Anggota diharapkan semakin aktif dalam kegiatan ibadah maupun berbagai agenda yang dilaksanakan badan pengurus.

Di sisi lain, bidang pendidikan dan pemberdayaan juga masuk dalam agenda organisasi. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan peran anggota IKRH.

Jhon menyatakan optimisme terhadap perjalanan kepengurusan baru yang akan menjalankan amanah organisasi hingga 2030.

“Kami percaya, setelah kepengurusan yang baru ini dipercayakan kepada kami bersama Wakil Ketua Jongky Fonataba, akan ada perubahan yang lebih baik untuk empat tahun ke depan,” ungkapnya.

Komitmen organisasi juga diarahkan keluar, khususnya melalui sinergi dengan pemerintah daerah. IKRH menyatakan siap mengambil bagian dalam mendukung program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Menurut Jhon, anggota IKRH merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

“Melalui program kerja yang ada di IKRH, kami pasti akan mendukung semua program kerja yang dibuat oleh Pemerintah Kota Sorong maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya,” tegasnya.

Ia menyebut anggota IKRH tersebar di sejumlah wilayah, tidak hanya di Kota Sorong. Keberadaan anggota juga mencakup Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, Tambrauw, dan Maybrat.

Karena itu, Jhon berharap anggota yang berada di berbagai daerah tersebut dapat berperan aktif memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat.

“Kami percaya anggota IKRH yang ada di berbagai daerah ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah kota maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya,” katanya.

Selain menetapkan program kerja, Raker menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk memperkuat organisasi. Peserta menyetujui penambahan struktur organisasi pada setiap bidang agar pelaksanaan tugas dan program dapat berjalan lebih efektif.

Keputusan yang cukup menonjol adalah perubahan nomenklatur organisasi. IKRH Sorong Raya disepakati berubah nama menjadi Ikatan Keluarga Risapori Henalatu Papua Barat Daya.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian organisasi dengan cakupan keberadaan anggotanya di berbagai wilayah Papua Barat Daya.

Raker juga menetapkan rencana pelantikan pengurus pada 9 Januari 2027. Pelantikan tersebut direncanakan bertepatan dengan peringatan HUT ke-46 IKRH dan akan dihadiri Gubernur Maluku serta Raja Nalahia.

Seluruh program kerja yang diajukan masing-masing bidang juga telah disahkan dan akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi sepanjang periode 2026–2030.

Di bidang pendanaan, Raker menyepakati kewajiban pembayaran iuran bagi seluruh anggota. Iuran tersebut diarahkan untuk mendukung keberlangsungan organisasi dan pembiayaan pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan.

Dengan hasil Raker tersebut, IKRH tidak hanya menetapkan agenda organisasi untuk empat tahun mendatang, tetapi juga memperluas orientasi kelembagaan dengan menguatkan koordinasi anggota di berbagai wilayah Papua Barat Daya.

Semangat “Satu Langkah, Satu Tujuan” yang menjadi tema Raker diharapkan menjadi landasan bagi seluruh pengurus dan anggota untuk menjalankan keputusan organisasi secara konsisten, sekaligus memperkuat kontribusi IKRH bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. (Jos)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama