![]() |
| Dorong UMK Naik Kelas, Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal 20 UMK. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Jakarta – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pemberdayaan UMK Maritimepreneur.
Salah satu bentuk program tersebut diwujudkan melalui pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal bagi 20 pelaku UMK binaan di lingkungan perusahaan.
Program yang dilaksanakan di Jakarta Utara ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sertifikasi halal yang telah dijalankan PT PSL pada 2022. Tahun ini, perusahaan kembali menggandeng Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) DKI Jakarta untuk memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan program tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu pelaku UMK memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga meningkatkan pemahaman, kualitas produk, serta daya saing usaha.
“Program TJSL Pemberdayaan UMK Maritimepreneur ini tidak hanya ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman, kualitas produk, dan daya saing UMK,” ujar Dewi dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, pendampingan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMK untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan naik kelas.
Adapun rangkaian program mencakup pelatihan halal dan Sistem Jaminan Produk Halal, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan akun SiHalal dan CEROL, verifikasi data pelaku usaha, hingga proses sertifikasi halal dan pemeriksaan kehalalan produk.
PT PSL menyebut fasilitasi tersebut juga ditujukan untuk memperluas akses pelaku UMK terhadap pendampingan usaha sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis.
Sertifikasi halal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk sekaligus membuka peluang pengembangan pasar bagi para pelaku UMK.
Wakil Direktur Bidang Umum dan SDM Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Jakarta, Kiai Haji Abdul Muin, M.Pd., mengapresiasi kolaborasi tersebut, khususnya dalam mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan dan minuman.
Ia berharap kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pemeriksa halal dapat terus berlanjut sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, salah satu peserta program, Rehan Mujahid, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dan fasilitasi yang diberikan. Menurut dia, program tersebut memberikan pengetahuan lebih baik mengenai pentingnya sertifikasi halal dalam mendukung pengembangan usaha.
“Terima kasih PT Pelindo Sinergi Lokaseva karena kami berkesempatan mengikuti program TJSL ini. Kami berharap program ini dapat membantu usaha kami menjadi lebih baik, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang untuk berkembang ke depannya,” kata Rehan.
Dewi menambahkan, pemberdayaan UMK menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama melalui penguatan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Program tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan semangat Asta Cita dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Melalui Program TJSL Pemberdayaan UMK Maritimepreneur, kami ingin menghadirkan sinergi dan solusi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.
PT PSL berharap pendampingan tersebut dapat memperkuat kemandirian dan daya saing pelaku UMK sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. (*)
Editor: Red

