USDJPY Mulai Bearish, Level 158.029 Jadi Kunci USDJPY Mulai Bearish, Level 158.029 Jadi Kunci

USDJPY Mulai Bearish, Level 158.029 Jadi Kunci

Ilustrasi. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Jakarta — Pergerakan pasangan mata uang USDJPY mulai menunjukkan potensi perubahan arah setelah secara teknikal membentuk pola Rising Wedge pada timeframe H4. Dupoin Futures menilai kegagalan menembus level resistance 158.029 dapat membuka peluang pelemahan menuju support 156.937.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan USDJPY mulai memasuki tren bearish baru setelah terbentuk pola Rising Wedge. Saat ini, harga disebut tengah membentuk secondary trend sebagai bagian dari struktur tersebut.

“Level 158.029 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Apabila USDJPY gagal menembus level tersebut, pasangan mata uang ini berpotensi kembali mengalami pelemahan menuju support terdekat di 156.937,” demikian analisis Dupoin Futures dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Menurut Dupoin Futures, pergerakan harga di sekitar 158.029 menjadi salah satu faktor teknikal penting dalam menentukan arah USDJPY dalam jangka pendek. Kegagalan menembus resistance tersebut dinilai dapat memperkuat struktur bearish yang terbentuk melalui pola Rising Wedge.

Kebijakan The Fed dan BOJ Jadi Sorotan

Dari sisi fundamental, USDJPY masih dipengaruhi perbedaan arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

The Fed disebut masih mempertahankan sikap hawkish sehingga dolar AS tetap memperoleh dukungan terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk yen Jepang.

Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September 2026. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam 31 tahun.

Namun, kenaikan suku bunga BOJ belum secara otomatis mendorong penguatan yen. Dua anggota dewan disebut berbeda pendapat, sementara panduan BOJ dinilai belum memberikan sinyal yang cukup kuat mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.

Reuters sebelumnya melaporkan dolar AS sempat menguat hingga 158,05 yen setelah keputusan BOJ. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan moneter Jepang masih harus berhadapan dengan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Potensi Intervensi Jepang

Selain kebijakan suku bunga, potensi intervensi pemerintah Jepang juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi volatilitas USDJPY.

Pelemahan yen yang berlangsung cepat berpotensi meningkatkan perhatian terhadap langkah stabilisasi dari otoritas Jepang. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pergerakan yen telah memunculkan perhatian terhadap kemungkinan intervensi, termasuk setelah otoritas Jepang melakukan rate check.

Situasi tersebut membuat pergerakan USDJPY berpotensi semakin volatil ketika harga mendekati level yang sensitif bagi pasar.

Di satu sisi, ekspektasi kebijakan The Fed dapat mempertahankan permintaan terhadap dolar AS. Di sisi lain, ekspektasi kebijakan BOJ dan potensi intervensi Jepang dapat memberikan tekanan terhadap USDJPY.

Dupoin Futures mengingatkan pelaku pasar untuk mencermati kombinasi faktor teknikal dan fundamental sebelum menentukan strategi perdagangan.

Secara teknikal, level 158.029 menjadi resistance utama yang perlu diperhatikan. Selama harga belum mampu menembus area tersebut, peluang pelemahan menuju support 156.937 masih terbuka.

Dengan demikian, analisis Dupoin Futures menempatkan kegagalan USDJPY menembus 158.029 sebagai skenario yang dapat memperkuat tekanan bearish. Selanjutnya, arah kebijakan The Fed, komunikasi BOJ, serta perkembangan terkait potensi intervensi yen menjadi sejumlah katalis yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasangan mata uang tersebut.

Catatan: Analisis dan proyeksi pergerakan harga dalam berita ini merupakan pandangan Dupoin Futures dan bukan merupakan kepastian pergerakan pasar. Perdagangan valuta asing memiliki risiko. (*)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama