![]() |
| Ilustrasi. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Jakarta – Potensi gangguan pada jaringan transmisi listrik kini dapat dideteksi lebih dini melalui teknologi thermal inspection berbasis drone. Teknologi tersebut memungkinkan titik panas (hotspot) pada tower, kabel, maupun sambungan jaringan listrik ditemukan sebelum berkembang menjadi kerusakan dan pemadaman.
Halo Robotics dalam keterangannya menjelaskan, sejumlah gangguan listrik dapat berawal dari masalah yang sulit terlihat secara kasatmata, seperti sambungan kabel yang kendur atau konektor yang mulai mengalami korosi. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan suhu pada komponen dan berpotensi menyebabkan kerusakan apabila tidak segera ditangani.
Melalui thermal inspection, kamera termal membaca radiasi inframerah yang dipancarkan objek dan mengubahnya menjadi peta suhu. Drone kemudian menyusuri jalur transmisi untuk merekam kondisi tower dan kabel dari jarak aman.
Data suhu setiap komponen dapat dibandingkan dengan komponen sejenis di sekitarnya. Apabila ditemukan bagian dengan temperatur yang jauh lebih tinggi, lokasi tersebut dapat ditandai berdasarkan koordinat dan nilai suhunya sehingga tim pemeliharaan dapat menentukan bagian yang membutuhkan pemeriksaan atau perbaikan.
Beberapa masalah yang dapat teridentifikasi antara lain sambungan longgar, konektor yang mengalami korosi, insulator yang retak atau kotor, hingga bagian kabel yang mengalami kerusakan sebagian.
Halo Robotics menyebut kualitas kamera menjadi salah satu faktor penting dalam proses inspeksi. DJI Zenmuse H30T yang digunakan dalam sistem inspeksi memiliki resolusi thermal 1280 x 1024 piksel dan kemampuan zoom digital hingga 32 kali.
Kamera tersebut memiliki rentang pengukuran -20 hingga 150 derajat Celsius untuk pengukuran presisi serta 0 hingga 600 derajat Celsius untuk objek dengan temperatur sangat tinggi. Perangkat itu dapat dipasang pada DJI Matrice 400 untuk kebutuhan inspeksi secara detail.
Sementara untuk patroli rutin secara otomatis, DJI Dock 3 bersama DJI Matrice 4TD memungkinkan drone diterbangkan dari stasiun otomatis, menjalankan misi inspeksi, kemudian kembali ke dock untuk pengisian daya.
Untuk kebutuhan pemeriksaan cepat di lapangan, tersedia pula DJI Matrice 4T dengan kamera thermal beresolusi 640 x 512 piksel dalam bodi yang lebih ringkas.
Pemanfaatan teknologi tersebut mendorong perubahan pola pemeliharaan jaringan dari perbaikan setelah terjadi gangguan menuju predictive maintenance, yakni pemeliharaan yang dijadwalkan berdasarkan data kondisi komponen sebelum kerusakan terjadi.
Selain membantu mengantisipasi potensi pemadaman, inspeksi berbasis drone juga memungkinkan petugas melakukan pemeriksaan tanpa harus memanjat struktur jaringan listrik bertegangan tinggi. Data temperatur yang diperoleh juga dapat disimpan sebagai riwayat untuk dibandingkan dengan hasil inspeksi pada periode berikutnya.
Metode inspeksi tersebut dapat diterapkan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), gardu induk, hingga pembangkit listrik tenaga surya.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan thermal inspection jaringan transmisi dapat diperoleh melalui Halo Robotics. (*)
Editor: Red

