Pertamina SMEXPO Yogyakarta Catat Capaian Rp3,8 Miliar Pertamina SMEXPO Yogyakarta Catat Capaian Rp3,8 Miliar

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Catat Capaian Rp3,8 Miliar

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Catat Capaian Rp3,8 Miliar. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Yogyakarta – Pertamina SMEXPO Yogyakarta mencatat nilai gabungan transaksi ritel, potensi, dan kesepakatan bisnis mencapai sekitar Rp3,8 miliar. Capaian tersebut menjadi peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar, membangun kemitraan strategis, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Berdasarkan rekapitulasi penyelenggaraan yang dirilis Pertamina Foundation pada 15 Oktober 2026, nilai tersebut terdiri atas potensi dan kesepakatan bisnis business-to-business (B2B) sebesar Rp3.548.833.310, transaksi ritel senilai Rp129.335.400, serta transaksi layanan Bengkel Enduro sebesar Rp5.290.000.

Namun, nilai Rp3,8 miliar tersebut merupakan gabungan transaksi yang tercatat dengan potensi dan kesepakatan bisnis. Dengan demikian, angka itu tidak seluruhnya mencerminkan penjualan yang telah terealisasi.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan keberhasilan Pertamina SMEXPO tidak hanya diukur berdasarkan nilai transaksi, tetapi juga dari terbukanya peluang kolaborasi dan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, SMEXPO menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring bisnis, serta membangun kemitraan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha berkelanjutan.

“Capaian SMEXPO Yogyakarta sebesar Rp3,8 miliar menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus berkembang ketika mendapatkan akses pasar dan peluang kemitraan yang tepat,” ujar Agus dalam keterangan resminya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pelaku UMKM terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Potensi B2B Mendominasi Capaian

Nilai potensi dan kesepakatan bisnis B2B yang mencapai sekitar Rp3,55 miliar menjadi kontributor terbesar dalam capaian Pertamina SMEXPO Yogyakarta.

Besarnya nilai tersebut memperlihatkan pentingnya mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, mitra usaha, dan jaringan bisnis strategis. Meski demikian, tindak lanjut terhadap setiap peluang menjadi faktor penting agar kesepakatan yang terbentuk selama pameran dapat diwujudkan menjadi kerja sama komersial.

Keberhasilan kegiatan semacam ini tidak hanya ditentukan oleh besarnya nilai potensi bisnis yang diumumkan, tetapi juga oleh realisasi pesanan, keberlanjutan kontrak, serta dampak ekonominya terhadap pelaku usaha.

Pertamina Foundation berharap peluang yang terbentuk melalui SMEXPO dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi UMKM yang berpartisipasi.

Dua UMKM Berpotensi Menembus Pasar Ekspor

Peluang perluasan pasar juga ditunjukkan melalui keikutsertaan dua UMKM yang memiliki potensi ekspor, yakni PT Kritebar Hage Makmur dengan produk Kripik HG dan PT Allisha melalui produk Allisha Sate Ambal.

Kehadiran kedua pelaku usaha tersebut memperlihatkan peluang produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, upaya menembus pasar internasional membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari konsistensi kualitas produk, pemenuhan standar negara tujuan, kapasitas produksi, hingga tindak lanjut dengan calon pembeli.

Dengan dukungan akses pasar dan kemitraan yang tepat, produk UMKM diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta memperkuat posisi produk lokal dalam persaingan pasar.

Dorong Produk Ramah Lingkungan dan Inklusif

Selain mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis, Pertamina SMEXPO Yogyakarta turut menghadirkan produk yang mengedepankan aspek ramah lingkungan.

Sejumlah UMKM yang membawa produk dengan karakteristik tersebut antara lain Agromina Fiber, Djati Ecocraft, Sambeliler Bag, dan Valmai Mie Organik.

Keberagaman produk itu menunjukkan upaya pelaku usaha dalam menghadirkan inovasi dan nilai tambah yang sejalan dengan perhatian pasar terhadap keberlanjutan.

Dari aspek inklusivitas, kegiatan ini juga melibatkan satu UMKM yang dimiliki penyandang disabilitas dan/atau memberdayakan penyandang disabilitas. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan ekonomi dan mendorong keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam pengembangan usaha.

Tantangan Memastikan Peluang Menjadi Realisasi

Capaian Pertamina SMEXPO Yogyakarta memperlihatkan bahwa akses promosi, pertemuan dengan calon pembeli, pengembangan inovasi, dan perluasan jaringan bisnis merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM.

Meski demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan peluang dan kesepakatan yang terbentuk dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi nyata, pesanan berulang, serta kemitraan jangka panjang.

Kepastian realisasi bisnis menjadi penting agar manfaat pameran tidak berhenti pada angka potensi, tetapi benar-benar dirasakan pelaku usaha melalui peningkatan pendapatan, perluasan distribusi, dan pertumbuhan kapasitas produksi.

Melalui Pertamina SMEXPO, Pertamina Foundation menyatakan akan terus mendorong pengembangan UMKM agar memiliki daya saing yang lebih kuat, mampu memanfaatkan peluang kolaborasi, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Ke depan, tindak lanjut terhadap peluang bisnis yang tercipta diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat kontribusi sektor usaha kecil dan menengah terhadap perekonomian nasional.

Catatan redaksi: Nilai Rp3,8 miliar dalam pemberitaan ini merupakan gabungan transaksi tercatat, potensi, dan kesepakatan bisnis berdasarkan keterangan Pertamina Foundation, bukan keseluruhan penjualan yang telah terealisasi. (*)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama