![]() |
| Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan secara terpadu. Hal ini disampaikan Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1/26).
Menteri Dody menjelaskan bahwa sejak bencana melanda pada akhir 2025, pemerintah telah mengoptimalkan penerapan respons darurat, pemulihan aksesibilitas, hingga penyiapan hunian sementara bagi masyarakat terdampak. Optimalisasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas bidang seperti Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis.
Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU mengerahkan 1.377 personel internal dan 402 di antaranya merupakan Generasi Muda PU. Selain itu, terdapat dukungan operasional dari 1.366 personel TNI dan elemen masyarakat. Di lapangan, ribuan alat berat dan material teknis dikerahkan, di antaranya 1.937 alat berat, 500 sarana pendukung, dan 6.352 unit material.
“Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan ekonomi melalui padat karya yang telah menyerap 30.100 tenaga kerja lokal,” ujar Menteri Dody dalam rapat.
Capaian signifikan terlihat pada pembukaan kembali akses jalan. Per 30 Desember 2025, seluruh 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang terdampak telah kembali fungsional 100 persen, sehingga arus logistik termasuk bantuan kemanusiaan dapat berjalan tanpa hambatan.
Di sektor Sumber Daya Air, rehabilitasi irigasi pada 31 daerah irigasi kewenangan pusat dan 7 kewenangan daerah telah mencapai 23 persen. Sementara itu, untuk 77 sungai nasional yang terdampak banjir, progres normalisasi mencapai 52 persen. Upaya ini ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
“Karena potensi hujan ekstrem dan pergerakan sedimen masih tinggi, kami mengusulkan pembangunan sabo dam dan cek dam dengan target penyelesaian paling lambat Oktober 2028,” jelasnya.
Pada sektor Cipta Karya, fokus diarahkan pada pemulihan layanan dasar seperti air minum dan sanitasi. Dari 176 SPAM yang rusak, sekitar 70 persen telah kembali beroperasi dan ditargetkan pulih penuh 15 Februari 2026. Penanganan sanitasi dan TPA mencapai 83 persen pada periode yang sama.
Dukungan tambahan air bersih dilakukan dengan pembangunan sumur bor dalam (progres 15 persen) dan dangkal (progres 53 persen) yang ditargetkan tuntas sebelum Ramadan.
Pada bidang Prasarana Strategis, pembersihan fasilitas umum dilakukan di 171 titik dan 120 di antaranya telah kembali digunakan masyarakat. Selain itu, pembangunan 1.217 unit hunian sementara (huntara) serta puskesmas darurat tengah berlangsung dan diproyeksikan fungsional sebelum pertengahan Februari 2026.
Menteri Dody menegaskan bahwa proses pemulihan dilakukan dengan mengedepankan ketangguhan infrastruktur. “Kami memastikan pemulihan ini tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan tahan terhadap risiko bencana di masa depan,” tegasnya.
Upaya lintas sektor ini sejalan dengan arah kebijakan “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” dalam rangka menjalankan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan infrastruktur nasional. (*)
Editor: Red

