Terpukau Sarkofagus Raksasa, Fadli Zon Dorong Huta Simarmata Jadi Warisan Nasional Terpukau Sarkofagus Raksasa, Fadli Zon Dorong Huta Simarmata Jadi Warisan Nasional

Terpukau Sarkofagus Raksasa, Fadli Zon Dorong Huta Simarmata Jadi Warisan Nasional

Terpukau Sarkofagus Raksasa, Fadli Zon Dorong Huta Simarmata Jadi Warisan Nasional. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Samosir - Langkah Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon terhenti cukup lama di hadapan sebuah sarkofagus batu raksasa di Huta Simarmata, Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Samosir, Jumat (7/2/26). Tatapannya menyiratkan kekaguman. Di tengah perkampungan tua yang tetap lestari, ia seperti menemukan kepingan penting perjalanan peradaban Batak.

Disambut Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, Fadli Zon menelusuri sudut demi sudut huta. Rumah adat yang berdiri tanpa paku, sopo yang masih difungsikan, losung, hingga benteng batu parik huta seakan berbicara tentang keteguhan tradisi yang mampu bertahan melintasi zaman.

“Saya baru melihat sarkofagus sebesar ini. Ini termasuk salah satu yang paling bagus dan gagah,” ucapnya, masih dengan nada takjub. “Sekitar 10 rumah adat di sini masih berfungsi seperti dulu dan kondisinya terawat baik.”

Bagi Fadli, apa yang ia lihat bukan sekadar peninggalan masa lalu. Huta Simarmata adalah bukti hidup bahwa masyarakat tetap menjadi penjaga utama warisan leluhur. Karena itu, ia langsung menggulirkan gagasan besar: menjadikan kawasan tersebut sebagai Cagar Budaya Nasional.

Menurutnya, setelah proses penetapan di tingkat provinsi, pemerintah pusat siap mengambil bagian untuk mempercepat langkah tersebut. Revitalisasi, perlindungan, hingga penguatan fungsi edukasi budaya akan menjadi bagian dari dukungan yang disiapkan.

“Sarana budaya ini sangat pantas menjadi monumen luar biasa bagi bangsa. Kita segerakan proses penetapannya bersama pemerintah provinsi, daerah, dan masyarakat,” katanya.

Terpukau Sarkofagus Raksasa, Fadli Zon Dorong Huta Simarmata Jadi Warisan Nasional. (Foto: dok/ist)

Bupati Vandiko menyebut kunjungan itu sebagai suntikan semangat bagi masyarakat Samosir. Perhatian langsung dari Menteri Kebudayaan diyakini akan membuka jalan lebih luas bagi pelestarian sekaligus promosi budaya Batak Toba ke tingkat nasional bahkan dunia.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus melestarikan warisan budaya dan memperkenalkannya ke khalayak luas,” ujar Vandiko. Ia memastikan pemerintah kabupaten siap memenuhi berbagai persyaratan administrasi maupun teknis demi terwujudnya status nasional tersebut.

Perjalanan Fadli Zon di Samosir tidak berhenti di situ. Ia juga meninjau Museum Pusaka Batak di Pangururan serta Museum Hutabolon di Simanindo, sebelum dijadwalkan memberikan apresiasi kepada Desa Budaya Huta Sinapuran.

Kunjungan ini menjadi penanda bahwa denyut kebudayaan di tepian Danau Toba terus mendapat perhatian. Dari batu-batu tua, rumah adat, hingga tradisi yang masih hidup, Samosir kembali menegaskan dirinya sebagai panggung penting sejarah bangsa. (Darwin Habeahan)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama