Unggahan Tunjangan Sertifikasi Disebut "Menyesatkan?": Guru SMPN 1 Pangururan Buka Fakta Unggahan Tunjangan Sertifikasi Disebut "Menyesatkan?": Guru SMPN 1 Pangururan Buka Fakta

Unggahan Tunjangan Sertifikasi Disebut "Menyesatkan?": Guru SMPN 1 Pangururan Buka Fakta

Unggahan Tunjangan Sertifikasi Disebut "Menyesatkan?": Guru SMPN 1 Pangururan Buka Fakta. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Samosir – Unggahan akun Facebook milik Rio Bastian yang menyebut adanya pemotongan tunjangan sertifikasi guru memicu keresahan di lingkungan SMP Negeri 1 Pangururan, Kabupaten Samosir. Konten tersebut juga dilaporkan menyebar melalui platform TikTok dan dinilai semakin memperluas informasi yang dianggap tidak sesuai fakta.

Sejumlah guru di sekolah tersebut membantah keras tudingan adanya pemotongan dana sertifikasi. Mereka menegaskan bahwa tunjangan sertifikasi ditransfer langsung oleh pemerintah ke rekening masing-masing guru penerima tanpa melalui pihak sekolah.

Panagaman Sinaga, salah seorang guru bersertifikasi, memastikan bahwa tidak pernah terjadi pemotongan seperti yang dituduhkan dalam unggahan media sosial tersebut.

“Dana sertifikasi langsung masuk ke rekening pribadi guru. Tidak ada pemotongan dari pihak sekolah,” tegas Panagaman, Selasa (24/2/26).

Ia menjelaskan, selama ini memang terdapat inisiatif sukarela dari para guru PNS bersertifikasi untuk menyisihkan sebagian dana yang diterima guna membantu guru honorer. Namun, kontribusi tersebut bersifat murni keikhlasan dan tidak pernah ditentukan nominal maupun diwajibkan.

“Sejak dulu kami mengumpulkan sebagian secara sukarela untuk membantu guru honorer. Itu bukan kewajiban, tidak ada aturan tertulis, dan tidak ada paksaan,” jelasnya.

Menurut Panagaman, pengumpulan dana dilakukan atas dasar solidaritas antar sesama tenaga pendidik. Bahkan, kepala sekolah disebut tidak mengetahui secara rinci teknis pengumpulan tersebut karena sifatnya internal dan informal.

Dana yang terkumpul, lanjutnya, digunakan untuk berbagai kebutuhan bersama, termasuk pembelian seragam olahraga yang juga diberikan kepada guru honorer, serta kegiatan kebersamaan lainnya di lingkungan sekolah.

Senada dengan itu, Leni, salah seorang guru honorer di sekolah tersebut, membantah adanya pemotongan gaji maupun praktik tidak transparan seperti yang beredar di media sosial.

“Tidak ada pemotongan. Gaji kami masuk langsung ke rekening. Bahkan guru PNS yang sudah sertifikasi sering berbagi dengan kami,” ujarnya.

Ia juga menilai sejumlah konten di TikTok yang menggambarkan kondisi guru honorer tidak mencerminkan situasi sebenarnya di sekolah tersebut.

Hal serupa disampaikan Agus, guru lainnya. Ia menegaskan hubungan antara guru PNS dan honorer terjalin baik dan harmonis.

“Tidak pernah ada pemotongan dana sertifikasi atau gaji guru honorer. Guru PNS yang sudah sertifikasi menganggap kami seperti anak sendiri,” katanya.

Di sisi lain, pegiat sosial asal Samosir, Lamro Tamba yang akrab disapa Raja Tengkar, turut memberikan penjelasan. Ia menyebut dana sukarela yang dikumpulkan para guru tidak hanya diperuntukkan bagi guru honorer, tetapi juga digunakan untuk kebutuhan administrasi, pemberkasan, berbagi dengan pegawai honor lainnya, serta kegiatan kebersamaan antar anggota sekolah.

Para guru berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial. Mereka mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai unggahan yang belum terkonfirmasi dari pihak terkait, baik melalui Facebook maupun TikTok.

Sementara itu, laporan terhadap unggahan akun Facebook atas nama Rio Bastian yang diajukan oleh Maya Sidabutar diketahui telah dilimpahkan oleh Polres Samosir ke Kejaksaan Negeri Samosir untuk proses lebih lanjut. Tim penyidik juga disebut tengah meneliti penyebaran konten serupa di TikTok guna memastikan tidak terjadi penyebaran informasi keliru yang berkelanjutan.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum berhasil mengonfirmasi pemilik akun media sosial atas nama Rio Bastian guna memperoleh keterangan berimbang. Upaya konfirmasi juga masih dilakukan kepada pihak Polres Samosir dan Kejaksaan Negeri Samosir untuk mengetahui perkembangan laporan yang diajukan Maya Sidabutar terkait unggahan tersebut. (Darwin Habeahan)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama