![]() |
| Lapak Judi Diduga Kembali Hidup di Batu Aji, Istri Pemain: Nafkah Habis di Meja Dadu. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Batam - Lapak perjudian dadu goncang di kawasan Batu Aji, Kota Batam, kembali menjadi sorotan. Berada tepat di pinggir jalan seberang simpang kavling lama, aktivitas itu berlangsung nyaris setiap malam dan menyedot perhatian banyak orang.
Pantauan tim media ini saat melakukan investigasi, para pemain tampak datang tanpa rasa takut. Kerumunan terjadi hingga larut malam. Selain dadu goncang, tersedia pula permainan bola gelinding yang menjadi alternatif bagi para penjudi.
Padahal lokasi tersebut pernah ditertibkan aparat. Kini, lapak kembali beroperasi dan bahkan terlihat semakin ramai.
Seorang pemain yang ditemui di lokasi mengaku tak pernah merasa was-was.
“Kalau tidak aman, tidak mungkin seramai ini. Kami datang karena merasa nyaman,” katanya, Selasa (10/2/26).
Bagi sebagian keluarga, kenyamanan itu justru membawa petaka. Seorang ibu rumah tangga menuturkan dengan nada getir bahwa penghasilan suaminya kerap ludes di meja judi.
“Belanja anak sering kurang. Dia lebih pilih ke sana. Kami jadi yang menanggung akibatnya,” ucapnya pelan, Jumat (13/2/26).
Ketua Pemuda Katolik Komda Provinsi Kepri, Nimrod Siahaan, mendesak aparat penegak hukum tidak ragu mengambil langkah tegas.
“Ini sudah sangat terbuka. Kalau dibiarkan, dampaknya luas bagi moral dan ekonomi keluarga. Polisi harus hadir,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/2/26) malam.
Hukum Tak Boleh Kalah
Peraturan perundang-undangan telah mengatur ancaman pidana berat bagi praktik perjudian tanpa izin. Karena itu masyarakat berharap implementasi di lapangan berjalan seiring dengan aturan yang ada.
Jika tidak, muncul anggapan bahwa hukum tumpul ke bawah namun kehilangan daya ketika berhadapan dengan praktik yang kasat mata.
Harapan Warga
Warga sekitar berharap ada ketegasan agar lingkungan mereka tidak terus-menerus diidentikkan dengan perjudian. Kekhawatiran terbesar adalah anak-anak muda yang setiap hari melihat keramaian tersebut dan menganggapnya sebagai hal biasa.
Sampai saat ini, konfirmasi kepada aparat terkait masih diupayakan. Masyarakat menunggu jawaban nyata: apakah lapak itu akan kembali ditutup, atau tetap beroperasi tanpa hambatan. (Tim/Bt/*)
Editor: Red

