Dapur MBG Sergai Ditutup Sementara, Pekerja Turun ke Jalan Dapur MBG Sergai Ditutup Sementara, Pekerja Turun ke Jalan

Dapur MBG Sergai Ditutup Sementara, Pekerja Turun ke Jalan

Dapur MBG Sergai Ditutup Sementara, Pekerja Turun ke Jalan. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Serdang Bedagai – Rencana penghentian sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu aksi protes dari puluhan hingga ratusan pekerja di Kabupaten Serdang Bedagai.

Para karyawan dan pegawai yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar unjuk rasa di depan dapur MBG Dusun IV Rampah Kiri, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sabtu (28/2/26) sore.

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan penghentian operasional dapur yang akan mulai berlaku pada Senin besok (2/3/26).

Kepala SPPG Sei Rampah Kiri, R.H.H., menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasional berasal dari pemerintah pusat di Jakarta. Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas kasus dugaan makanan tidak higienis dalam program MBG yang sempat viral pada Januari 2026.

Dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya, ditemukan adanya sajian makanan yang tidak steril, bahkan dilaporkan menyebabkan keracunan pada sejumlah siswa di beberapa daerah. Selain itu, sempat beredar informasi terkait temuan cacing dan ulat dalam makanan MBG.

Meski demikian, R.H.H. menegaskan bahwa permasalahan di wilayahnya telah ditangani sejak Januari lalu. Pihak pengelola telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada sekolah terkait dan melakukan evaluasi internal.

Namun karena isu tersebut kembali mencuat pada Februari 2026, pemerintah pusat memutuskan penghentian sementara operasional dapur MBG secara serentak di Indonesia guna dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.

“Surat keputusan sudah kami terima, tetapi belum ada kepastian sampai kapan penutupan ini berlangsung,” jelasnya.

Para pekerja mengaku kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi mereka. Sebagian besar menggantungkan penghasilan sepenuhnya dari program MBG.

Mereka berharap pemerintah pusat segera memberikan kejelasan serta memastikan dapur dapat kembali beroperasi setelah proses evaluasi selesai, sehingga pelayanan kepada siswa tetap berjalan dan para pekerja dapat kembali bekerja seperti biasa. (Gomal)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama