![]() |
| Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus Nommensen Siantar, Tim Investigasi Dibentuk. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Pematangsiantar - Dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama seorang oknum dosen di Universitas HKBP Nommensen menjadi sorotan publik setelah laporan resmi diajukan korban kepada pihak kampus.
Perkara ini mencuat ke ruang publik setelah keluarga korban turut melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan universitas. Respons cepat pun diambil pihak kampus dengan menggelar konferensi pers di Aula kampus, Jalan Sangnawaluh, Kota Pematangsiantar, Rabu (25/2/26).
Dalam keterangannya, pihak universitas menyampaikan telah membentuk Tim Investigasi untuk mendalami laporan tersebut secara menyeluruh. Oknum dosen yang dilaporkan juga telah dinonaktifkan sementara dari aktivitas akademik hingga proses pemeriksaan rampung.
Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah preventif sekaligus bentuk komitmen kampus dalam menjaga integritas lembaga pendidikan dan melindungi mahasiswa.
Kasus ini turut memunculkan beragam respons di kalangan mahasiswa. Sejumlah mahasiswi yang pernah mengikuti perkuliahan dosen bersangkutan mengaku tidak menyangka dengan tudingan yang beredar. Mereka menyebut selama ini dosen tersebut dikenal santun dan tidak pernah menunjukkan sikap yang mengarah pada perilaku tidak pantas di ruang kelas.
Namun demikian, proses hukum dan investigasi internal tetap menjadi penentu akhir dari kebenaran dugaan tersebut. Pihak universitas menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan diproses secara objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah viralnya pemberitaan, kampus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan informasi. Asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi, sembari memastikan hak korban untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan juga dihormati.
Peristiwa ini menjadi refleksi bagi dunia pendidikan bahwa pengawasan, mekanisme pengaduan yang jelas, serta keberanian melaporkan dugaan pelanggaran merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman dan bermartabat.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada oknum dosen maupun pihak keluarga guna mendapatkan keterangan berimbang. (Gomal)
Editor: Red

