Jangan Ancam Rakyat yang Kritis pada Pemerintah Kecuali Siap Digulingkan! Jangan Ancam Rakyat yang Kritis pada Pemerintah Kecuali Siap Digulingkan!

Jangan Ancam Rakyat yang Kritis pada Pemerintah Kecuali Siap Digulingkan!

Saiful Huda Ems. (Foto: dok/ist)

JANGAN ANCAM RAKYAT YANG KRITIS PADA PEMERINTAH KECUALI SIAP DIGULINGKAN !...

Oleh: Saiful Huda Ems.

SMSNEWS.id | Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mau mengerahkan ribuan atau bahkan kalau bisa jutaan intelijen untuk memata-matai rakyatnya yang kritis pada kebijakan pemerintahpun, tidak akan mempunyai pengaruh apa-apa, dan tidak akan pernah sanggup menghentikan gelombang kritik rakyatnya pada Pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Sebab rakyat yang mengkritisinya bukan atas suruhan siapa-siapa, apalagi menjadi antek asing seperti yang dituduhkannya, karena tidak ada satupun rakyat yang kritis pada Presiden Prabowo maupun Wapres Gibran, yang pernah bersalaman dan telponan dengan Donald Trump maupun Benjamin Netanyahu, serta mau menyumbang BoP triliunan rupiah !. 

Rakyat bersuara kritis pada berbagai kebijakan pemerintah, itu memang karena Presiden Prabowo nampak sak karepe dewe dalam mengurus negara !

Gemar mengangkat orang-orang yang tidak kompeten di bidangnya menjadi pejabat negara asal mau menyenangkannya. Banyak memberikan anugerah penghargaan pada orang-orang yang tidak tepat, bahkan yang cenderung menguntungkan dan menyenangkan diri sendirinya saja. Serta banyak melakukan pemborosan anggaran keuangan negara dll. !.

Rakyat yang kritis itu jumlahnya banyak, bisa ribuan bahkan jutaan. Bagaimana orang sebanyak itu mau diarahkan atau dikendalikan oleh seseorang? Dan perhatikan saja, di antara ribuan atau jutaan rakyat yang kritis pada Pemerintahan Prabowo-Gibran itupun, kalau mau diteliti sungguh-sungguh, telah memiliki orientasi politik yang berbeda-beda. 

Misalnya saja untuk persoalan Perang Iran vs. Amerika dan Israel, rakyat tidak satu pemikiran, ada yang pro maupun kontra Iran/Israel dan Amerika Serikat !. Demikian pula dukungan dan kontranya rakyat terhadap Jokowi dan Gibran, termasuk pada Presiden Prabowo sendiri, juga tidak sama, searah atau sebangun bukan? Itulah dinamika gerak pemikiran Rakyat Indonesia yang sangat mustahil untuk bisa diseragamkan !

Jadi pemikiran kritis itu tidak boleh dilarang-larang, apalagi diteror ! Ini sesuatu yang sudah menjadi hukum alam, Sunatullah. Hanya orang-orang diktator, yang terbiasa dipuja-puja, gila hormat dll.lah yang biasanya antipati terhadap kritik ! Maka, janganlah sekali-kali mengancam rakyat yang kritis pada pemerintah, sebab sesungguhnya Rakyat yang kritis pada berbagai kebijakan pemerintah dan prilaku politik pejabat-pejabat negara, itu merupakan ekspresi dari kecintaan rakyat pada negerinya ! Sapere aude !...(SHE).

13 Maret 2026.

Saiful Huda Ems (SHE).

Tulisan ini merupakan sebuah opini dari penulis, segala konsekuensi yang timbul dari isi tulisan ini bukan menjadi tanggungjawab redaksi, tapi sepenuhnya akan dipertanggungjawabkan oleh penulis.

Lebih baru Lebih lama