![]() |
| HUT ke-22, Samosir Perkuat UMKM dan Lestarikan Kuliner Tradisional. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Samosir – Semangat membangun ekonomi kerakyatan mewarnai perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22. Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Festival Kuliner dan Pameran UMKM di kawasan Waterfront City Pangururan sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan usaha lokal.
Festival yang berlangsung meriah ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang sebelumnya menyempatkan diri meninjau setiap stan peserta. Ia berdialog dengan para pelaku usaha dan memberikan motivasi agar terus berinovasi dalam mengembangkan produk.
Sebanyak 25 stan ambil bagian dalam pameran tersebut. Produk yang ditampilkan tidak hanya kuliner khas Batak, tetapi juga aneka olahan kreatif dan produk UMKM lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus peluang memperluas jaringan pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Menariknya, festival ini dipadukan dengan pelayanan publik terpadu. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pengurusan dokumen administrasi kependudukan, serta pelayanan KB. Sinergi lintas perangkat daerah ini menjadi wujud pelayanan menyeluruh dalam satu lokasi kegiatan.
Upaya pelestarian budaya juga menjadi sorotan. Demo pengolahan dalini horbo dan naniura dipertontonkan kepada pengunjung sebagai bentuk edukasi sekaligus promosi kuliner tradisional. Kedua makanan khas Batak tersebut telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan, mempertegas nilai historis dan kulturalnya.
Dalam sambutannya, Ariston menekankan bahwa membangun brand produk lokal adalah kunci untuk meningkatkan daya saing.
"Jaga kualitas produk, kebersihan, serta keramahan pelayanan," kata Ariston, Kamis (26/2/26).
Perayaan Hari Jadi ke-22 yang mengusung tema “Samosir sebagai Rumah Kita” juga diisi dengan berbagai hiburan rakyat untuk menciptakan suasana hangat dan inklusif. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Dengan kombinasi promosi UMKM, pelayanan publik, dan pelestarian budaya, perayaan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum strategis dalam membangun ekonomi lokal berbasis kearifan budaya. (Darwin Habeahan)
Editor: Red

