![]() |
| Simbol Sejarah Pekabaran Injil, Perahu Injil Diarak ke Gereja Shaloom Klademak. (Foto: dok/Jos/ist) |
SMSNEWS.id | Sorong – Dalam rangka menyongsong peringatan Hari Pekabaran Injil (PI) ke-171 Tahun 2026, Rayon 1 GKI Shaloom Klademak, Provinsi Papua Barat Daya, melaksanakan tugas perdana sebagai Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG) dengan menghadirkan simbol bersejarah Perahu Injil, Kamis (5/2/26).
Perahu Injil tersebut menjadi representasi perjalanan iman Kristen di Tanah Papua yang dimulai pada 5 Februari 1855, saat dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, mendarat di Pulau Mansinam, Manokwari.
Perahu yang digunakan sebagai sarana perjalanan kedua misionaris tersebut kini dikenang sebagai simbol penting penyebaran Injil, sekaligus tonggak awal masuknya peradaban dan nilai-nilai Kekristenan di Tanah Papua.
![]() |
| Simbol Sejarah Pekabaran Injil, Perahu Injil Diarak ke Gereja Shaloom Klademak. (Foto: dok/Jos/ist) |
Ketua PHBG Rayon 1 GKI Shaloom Klademak, I. Pattikawa, menuturkan bahwa pembuatan Perahu Injil dilakukan dengan mengacu pada nilai sejarah dan spiritualitas misi Ottow dan Geissler.
“Perahu Injil ini kami bangun sebagai simbol perjalanan iman dan peradaban. Dari perahu inilah Injil diberitakan dan menjadi terang bagi Tanah Papua hingga hari ini,” jelasnya.
Prosesi arak-arakan Perahu Injil dilakukan oleh jemaat GKI Shaloom Klademak Rayon 1 menuju Gereja Shaloom Klademak. Sebelum diarak, seluruh jemaat terlebih dahulu mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Ruth Tumina, sebagai ungkapan syukur dan permohonan berkat atas seluruh rangkaian kegiatan PHBG Tahun 2026.
![]() |
| Simbol Sejarah Pekabaran Injil, Perahu Injil Diarak ke Gereja Shaloom Klademak. (Foto: dok/Jos/ist) |
Arak-arakan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan, hingga Perahu Injil tiba dan ditempatkan di dalam gedung gereja sebagai simbol kesiapan rohani dan pelayanan gereja.
Peringatan Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua setiap 5 Februari tidak hanya menjadi agenda gerejawi, tetapi juga momentum refleksi sejarah, iman, dan panggilan gereja untuk terus melayani serta membawa damai bagi seluruh masyarakat. (Jos)
Editor: Red



