Mapenta dan Muskomac, Pemuda Katolik Batam Dorong Regenerasi Kader Mapenta dan Muskomac, Pemuda Katolik Batam Dorong Regenerasi Kader

Mapenta dan Muskomac, Pemuda Katolik Batam Dorong Regenerasi Kader

Mapenta dan Muskomac, Pemuda Katolik Batam Dorong Regenerasi Kader. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Batam – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Batam terus memperkuat proses kaderisasi dan regenerasi organisasi. Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemuda Katolik Batam akan menggelar Masa Penerimaan Anggota (Mapenta), Musyawarah Komisariat Anak Cabang (Muskomac) se-Komcab Batam, sekaligus agenda pemilihan Ketua Komcab Batam.

Rangkaian kegiatan tersebut akan berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Gedung Pelita Berjaya School, Tanjung Uncang, Batam.

Agenda kaderisasi tersebut mengangkat tema “Dari Batam untuk Indonesia: Menyiapkan Kader Pemuda Katolik yang Beriman, Berkarakter, dan Siap Mengisi Kemerdekaan.”

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, organisasi kepemudaan dituntut mampu melahirkan kader yang memiliki karakter kuat, kemampuan berorganisasi, wawasan kebangsaan serta kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Mikel Misron, S.H. (Foto: dok/ist)

Ketua Panitia Pelaksana, Mikel Misron, S.H., mengatakan Mapenta, Muskomac dan pemilihan Ketua Komcab Batam merupakan rangkaian penting dalam perjalanan organisasi, khususnya dalam mempersiapkan keberlanjutan kepemimpinan Pemuda Katolik di Kota Batam.

“Pemuda Katolik Komcab Batam bersiap melangkah bersama dalam rangkaian agenda strategis organisasi, mulai dari Masa Penerimaan Anggota, Muskomac se-Komisariat Cabang Batam hingga pemilihan Ketua Komcab Batam,” kata Mikel.

Ia menjelaskan, kaderisasi tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah anggota, tetapi juga bagaimana organisasi menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas, integritas dan semangat pengabdian.

Karena itu, Mikel mengajak seluruh kader untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan, konsolidasi dan membangun arah organisasi ke depan.

“Kehadiran dan peran serta setiap kader adalah kunci utama agar roda organisasi Pemuda Katolik ke depan dapat berjalan semakin optimal, solid dan terus maju,” ujarnya.

Ia juga mengajak para kader untuk tidak sekadar menjadi peserta, tetapi aktif mengambil bagian dalam proses organisasi sehingga keberadaan Pemuda Katolik di Batam semakin memberikan manfaat bagi Gereja, masyarakat dan bangsa.

“Sebagai Ketua Panitia Pelaksana, saya mengajak seluruh kader Pemuda Katolik di Kota Batam untuk hadir, terlibat aktif, dan mengambil bagian penuh dalam menyukseskan kegiatan ini. Mari wujudkan komitmen bersama dari Batam untuk Indonesia,” tegasnya.

Jonrius Sinurat, S.H. (Foto: dok/ist)

Pemuda Katolik Dinilai Jadi Ruang Pengembangan Diri

Ajakan untuk bergabung dengan Pemuda Katolik juga disampaikan Jonrius Sinurat, S.H., salah satu kader dan pengurus Pemuda Katolik Komda Kepri sekaligus demisioner Ketua Pemuda Katolik Komac Kecamatan Lubuk Baja.

Jonrius menilai Pemuda Katolik dapat menjadi salah satu wadah strategis bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan diri, terutama dalam hal kepemimpinan, organisasi, komunikasi, jejaring dan pengabdian sosial.

“Banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika kita aktif di Pemuda Katolik. Kita tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bertemu dan berkolaborasi dengan berbagai lembaga serta instansi,” kata Jonrius.

Menurutnya, jaringan kerja sama yang dibangun Pemuda Katolik dengan berbagai pihak juga membuka peluang bagi kader untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas profesional.

Ia kemudian membagikan pengalaman pribadinya ketika mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia melalui program beasiswa penuh hasil kerja sama Pemuda Katolik dengan FHP Law School dan DPN Indonesia.

“Baru-baru ini saya mendapatkan kesempatan mengikuti PKPA melalui program beasiswa penuh dari kerja sama Pemuda Katolik dengan FHP Law School dan DPN Indonesia. Setelah itu saya juga mengikuti Ujian Profesi Advokat atau UPA di DPN Indonesia dan dinyatakan lulus,” jelasnya.

Bagi Jonrius, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang menunjukkan bahwa aktivitas organisasi dapat berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi profesional.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi kader muda lainnya untuk berani bergabung, aktif dan mengambil berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia melalui organisasi.

“Jangan melihat organisasi hanya sebagai tempat berkumpul. Di dalamnya ada proses belajar, kaderisasi, membangun jaringan, meningkatkan kemampuan dan kesempatan untuk berkontribusi lebih luas,” tuturnya.

Jonrius juga mengajak anak muda Katolik di Batam untuk memanfaatkan momentum Mapenta sebagai pintu masuk untuk mengenal lebih jauh Pemuda Katolik dan mengambil bagian dalam karya organisasi.

“Untuk teman-teman muda Katolik yang ingin berkembang, membangun jaringan dan memberikan kontribusi positif bagi Gereja, masyarakat dan Indonesia, mari bergabung bersama Pemuda Katolik. Kita bertumbuh bersama dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” ajaknya.

Ia menambahkan, semangat organisasi harus selalu diarahkan pada pengabdian dan kontribusi nyata.

“Dari Batam untuk Indonesia. Mari kita siapkan generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, memiliki kompetensi dan siap mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, Pro Ecclesia et Patria. Pro Bono Publico, pungkasnya. (Kristina)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama