![]() |
| Terima Panggilan Gantikan Orang Tua, Lisa Haru Saat Dipilih Jadi Majelis GKI Syaloom. (Foto: dok/Jos/ist) |
SMSNEWS.id | Sorong – Proses penjaringan bakal calon majelis GKI Syaloom Klademak, Kota Sorong, Papua Barat Daya, untuk periode pelayanan 2026-2031 mulai berlangsung. Di tengah proses tersebut, muncul sebuah kisah haru ketika salah satu bakal calon, Lisa Sudarto, menyatakan kesediaannya menerima panggilan pelayanan untuk meneruskan jejak kedua orang tuanya.
Lisa merupakan salah satu nama yang masuk dalam penjaringan bakal calon majelis di GKI Syaloom Klademak. Ketika dikunjungi Ketua Jemaat GKI Syaloom Klademak, Pdt. Els Putirulan Maniagasi, S.Th., M.Mis., bersama jajaran majelis, Lisa menyampaikan kesediaannya untuk menerima tugas pelayanan tersebut.
Dengan suara penuh haru, Lisa mengatakan bahwa dirinya bersedia menjadi majelis untuk menggantikan kedua orang tuanya yang semasa hidup telah menjalankan tugas pelayanan sebagai majelis di gereja.
“Saya menerima untuk majelis pengganti Bapa Mama,” ujar Lisa sembari meneteskan air mata.
Kesaksian Lisa tersebut membuat suasana kunjungan menjadi penuh haru. Pdt. Els Putirulan Maniagasi yang mendengarkan kisah mengenai kedua orang tua Lisa juga ikut terharu dan meneteskan air mata.
Momen tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa proses pemilihan majelis tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian kepengurusan, tetapi juga menyentuh sisi panggilan iman dan tanggung jawab untuk melanjutkan pelayanan gereja.
Penjaringan bakal calon majelis merupakan tahap awal dalam proses pencarian dan pengusulan anggota jemaat yang akan dipersiapkan menjadi pelayan khusus, seperti penatua dan syamas. Proses tersebut dilaksanakan berdasarkan aturan rumah tangga gereja serta ketentuan pelayanan yang berlaku.
![]() |
| Terima Panggilan Gantikan Orang Tua, Lisa Haru Saat Dipilih Jadi Majelis GKI Syaloom. (Foto: dok/Jos/ist) |
Sebelum masuk ke tahap pemilihan, panitia penjaringan terlebih dahulu menyampaikan kriteria dan persyaratan calon kepada warga jemaat. Nama-nama yang diusulkan kemudian diperiksa dari sisi administrasi maupun kerohanian untuk memastikan calon yang ditetapkan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan gereja.
GKI Syaloom Klademak memiliki lima rayon yang akan mengikuti proses penjaringan secara bertahap. Untuk Rayon I, kunjungan kepada para bakal calon telah dilakukan oleh Ketua Jemaat bersama majelis.
Dalam proses tersebut, ditemukan pula anggota jemaat yang namanya masuk sebagai bakal calon namun belum bersedia menerima pencalonan. Mereka menyampaikan sejumlah pertimbangan yang membuat belum siap menjalankan tugas pelayanan.
Sikap tersebut tidak menjadi persoalan bagi pimpinan jemaat. Sebaliknya, keputusan untuk menerima ataupun belum menerima panggilan pelayanan dihargai karena tugas sebagai majelis membutuhkan kesiapan hati, kesetiaan, dan komitmen untuk melayani.
“Puji syukur, di Rayon Satu yang sudah kita kunjungi ada bakal calon majelis yang baru terpilih menggantikan majelis yang sudah dua periode. Bagi yang belum siap, pasti ada waktu untuk mereka,” kata Pdt. Els Putirulan Maniagasi.
Ia mengatakan, kunjungan serupa akan dilanjutkan ke Rayon II, III, IV, dan V. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pimpinan jemaat untuk berkomunikasi secara langsung dengan para bakal calon mengenai panggilan serta tanggung jawab pelayanan.
Proses regenerasi ini dilakukan setelah sejumlah anggota majelis telah menjalankan tugas pelayanan selama dua periode. Kehadiran bakal calon baru diharapkan dapat menjadi bagian dari keberlanjutan pelayanan GKI Syaloom Klademak.
Seluruh tahapan penjaringan dan pemilihan akan dilaksanakan sesuai tata aturan gereja. Para majelis yang nantinya terpilih dijadwalkan ditetapkan dan dikukuhkan pada Desember 2026 untuk menjalankan masa pelayanan 2026-2031.
Kisah Lisa menjadi salah satu warna dalam proses tersebut. Kesediaannya meneruskan pelayanan kedua orang tuanya menunjukkan bagaimana nilai pelayanan dapat diwariskan bukan hanya melalui struktur gereja, tetapi juga melalui keteladanan keluarga.
Bagi GKI Syaloom Klademak, proses regenerasi majelis menjadi momentum untuk menghadirkan pelayan-pelayan baru yang siap melanjutkan karya pelayanan gereja dengan semangat pengabdian dan kesetiaan. (Jos)
Editor: Red


