Dari Ruang Redaksi ke Ruang Yudisium, Jonrius Sinurat Raih Gelar Sarjana Hukum 3,5 Tahun Dari Ruang Redaksi ke Ruang Yudisium, Jonrius Sinurat Raih Gelar Sarjana Hukum 3,5 Tahun

Dari Ruang Redaksi ke Ruang Yudisium, Jonrius Sinurat Raih Gelar Sarjana Hukum 3,5 Tahun

Kaprodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unrika, Dr. Rizki Tri Anugrah Bhakti, S.H., M.H. usai menyematkan selempang Sarjana Hukum kepada Jonrius Sinurat di acara yudisium. (Foto: dok/ist)

SMSNEWS.id | Batam – Tangis haru, senyum bahagia, dan rasa bangga mewarnai pelaksanaan Yudisium Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) yang digelar di Ballroom Wyndham Hotel Panbil Batam, Sabtu (4/4/2026).

Sebanyak 157 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana Hukum setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademik di Fakultas Hukum UNRIKA.

Foto bersama usai acara yudisium. (Foto: dok/ist)

Acara dibuka langsung oleh Rektor Universitas Riau Kepulauan, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M., serta dihadiri Dekan Fakultas Hukum, Dr. Dwi Afni Maileni, S.H., M.H., Kaprodi Ilmu Hukum Dr. Rizki Tri Anugrah Bhakti, S.H., M.H., para dosen, mahasiswa peserta yudisium, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Prof. Sri Langgeng Ratnasari menyampaikan bahwa setiap lulusan memiliki cerita perjuangan yang berbeda-beda.

"Di balik gelar yang diraih hari ini, terdapat pengorbanan, kerja keras, serta doa yang luar biasa. Kami bangga melihat para mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," ujarnya.

Jonrius Sinurat (berdiri paling kiri) bersama teman satu kelasnya di sela-sela acara yudisium. (Foto: dok/ist)

Dekan Fakultas Hukum, Dr. Dwi Afni Maileni, menambahkan bahwa Fakultas Hukum UNRIKA terus berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, integritas moral, serta kepedulian terhadap keadilan dan kemanusiaan.

"Kami percaya para lulusan hari ini akan menjadi bagian dari generasi yang mampu memberikan kontribusi positif dalam pembangunan hukum di Indonesia," katanya.

Jonrius Sinurat (kanan) bersama Kaprodi dan dua orang teman satu angkatan usai acara yudisium. (Foto: dok/ist)

Di antara ratusan peserta yudisium, nama Jonrius Sinurat menjadi salah satu kisah inspiratif yang menarik perhatian. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan itu berhasil menyelesaikan studi Sarjana Hukum dalam waktu 3,5 tahun atau tujuh semester dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,46.

Kesuksesan tersebut diraih di tengah berbagai tantangan hidup yang tidak ringan. Sebagai kepala keluarga, Jonrius harus membiayai dan membesarkan lima orang anak, sekaligus menjalankan tugas jurnalistik yang menuntut dedikasi tinggi.

Jonrius Sinurat (kanan) bersama dua orang teman satu kelasnya. (Foto: dok/ist)

Ia mengaku ada saat-saat dirinya merasa lelah dan hampir menyerah. Namun setiap kali melihat wajah anak-anaknya, semangat untuk terus berjuang kembali tumbuh.

"Saya selalu percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi tentang memberikan contoh kepada anak-anak bahwa perjuangan tidak boleh berhenti. Saya ingin mereka melihat bahwa ayahnya tidak menyerah meski menghadapi banyak tantangan," ujarnya.

Jonrius Sinurat (tengah) bersama dua temannya satu jurusan Hukum Tata Negara. (Foto: dok/ist)

Menurut Jonrius, banyak malam yang ia habiskan untuk menyelesaikan tugas kuliah setelah pulang bekerja. Ketika orang lain beristirahat, ia masih harus membaca buku, menyusun makalah, dan mempersiapkan ujian.

"Kadang saya harus meliput berita sejak pagi hingga malam. Setelah itu masih harus membuka laptop untuk mengerjakan tugas. Rasanya berat, tetapi saya yakin bahwa setiap pengorbanan hari ini akan menjadi kebahagiaan di masa depan," katanya.

Jonrius Sinurat bersama teman satu kelasnya. (Foto: dok/ist)

Ia berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya mereka yang merasa terlambat atau terlalu sibuk untuk melanjutkan pendidikan.

"Jangan pernah menunggu keadaan sempurna untuk memulai. Saya belajar bahwa keberhasilan bukan milik mereka yang paling pintar, tetapi milik mereka yang tidak berhenti berjuang. Selama masih ada niat, doa, dan usaha, tidak ada yang mustahil. Pendidikan adalah jalan untuk membuka masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan generasi berikutnya," ungkapnya.

Jonrius Sinurat (kanan) bersama dua orang teman satu angkatan. (Foto: dok/ist)

Selain kisah Jonrius, yudisium kali ini juga menjadi sorotan karena diikuti oleh Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar, Rizki Faisal, S.E., M.M.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau yang bertugas di Komisi III DPR RI membidangi Hukum, HAM, dan Keamanan, keikutsertaan Rizki Faisal dalam yudisium menunjukkan komitmen kuat terhadap pentingnya pendidikan dan peningkatan kapasitas diri.

Keberadaan tokoh nasional tersebut bersama ratusan mahasiswa lainnya mencerminkan bahwa semangat belajar tidak mengenal status sosial, profesi, maupun jabatan.

Jonrius Sinurat (lima dari kanan) bersama teman satu kelasnya usai acara yudisium. (Foto: dok/ist)

Yudisium Fakultas Hukum UNRIKA Tahun 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Di dalamnya tersimpan ratusan cerita perjuangan, pengorbanan, dan harapan baru. Dari ruang kuliah menuju dunia pengabdian, para lulusan kini membawa bekal ilmu hukum untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia. (Hotman)

Editor: Red

Lebih baru Lebih lama