![]() |
| Orang Tua Antusias, SMPN 41 Batam Buka Ruang Kolaborasi Baru. (Foto: dok/ist) |
SMSNEWS.id | Batam — Suasana berbeda terlihat dalam kegiatan rapat orang tua/wali peserta didik di SMP Negeri 41 Batam, Senin (14/9/2026). Para orang tua tidak hanya datang untuk menerima informasi dari pihak sekolah, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai arah baru pendidikan dan berbagai program yang akan dikembangkan pada tahun pelajaran 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung di Lobby SMPN 41 Batam itu menjadi momentum bagi sekolah untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan keluarga peserta didik.
Antusiasme terlihat dari kehadiran dan perhatian para orang tua saat mengikuti pemaparan pihak sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan jenjang kelas, mulai dari kelas IX, kelas VIII hingga kelas VII.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN 41 Batam, Alfida Hasan, S.Pd., memaparkan secara rinci visi, misi dan tujuan sekolah, sekaligus sejumlah program yang telah disiapkan untuk dilaksanakan ke depan.
Alfida merupakan kepala sekolah yang baru memimpin SMPN 41 Batam sejak Agustus 2026, menggantikan kepala sekolah sebelumnya, Drs. Fahrul, M.M.
Di hadapan para orang tua, Alfida menyampaikan bahwa pendidikan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak. Sekolah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan peserta didik.
“Anak-anak kita adalah tanggung jawab bersama. Sekolah mempunyai peran dalam memberikan pendidikan, sementara keluarga mempunyai peran yang sangat besar dalam mendampingi dan membentuk karakter anak. Karena itu, sinergi sekolah dan orang tua harus kita bangun dengan baik,” ujar Alfida.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan yang dihadiri para orang tua siswa.
Pihak sekolah juga memperkenalkan sejumlah program yang dirancang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian dan adab peserta didik.
Bagi Alfida, sekolah ideal bukan sekadar tempat anak memperoleh nilai akademik. Sekolah juga harus menjadi ruang untuk mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi masa depan dengan karakter yang baik.
“Kami ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang mandiri, memiliki kemampuan, bertanggung jawab dan tetap menjunjung tinggi adab. Untuk mewujudkan hal tersebut, sekolah membutuhkan dukungan dan sinergi dari para orang tua,” demikian pesan yang disampaikan Alfida dalam pemaparannya.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus dari orang tua adalah rencana sekolah untuk melibatkan orang tua siswa dalam kegiatan pembelajaran tertentu.
Melalui program tersebut, orang tua yang memiliki profesi atau keahlian tertentu nantinya dapat diberikan kesempatan untuk menjadi pemateri di kelas sesuai bidang profesinya. Pelaksanaannya akan diatur dan dijadwalkan oleh pihak sekolah.
Konsep ini dinilai memberikan warna baru dalam proses pembelajaran karena peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dari guru berdasarkan kurikulum, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis dari berbagai profesi yang ada di lingkungan keluarga mereka.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Jonrius Sinurat, S.H., salah satu orang tua siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Jonrius, program tersebut merupakan gagasan yang menarik dan memiliki manfaat besar bagi peserta didik.
“Anak-anak bisa mendapatkan ilmu yang lebih beragam. Selain materi yang mereka pelajari berdasarkan kurikulum, mereka juga dapat mendengar langsung pengalaman dari orang tua yang bekerja di berbagai bidang,” ujar Jonrius.
Menurutnya, kehadiran orang tua sebagai pemateri juga dapat membantu siswa mengenal dunia profesi sejak dini.
Dengan mendengar pengalaman langsung dari orang-orang yang menjalani profesi tertentu, siswa dapat memperoleh gambaran mengenai dunia kerja, tanggung jawab, keterampilan dan berbagai tantangan yang mungkin mereka hadapi di masa depan.
Jonrius bahkan menilai gagasan tersebut memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan generasi muda.
Ia mengatakan visi, misi dan program yang dipaparkan kepala sekolah sejalan dengan semangat mempersiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Kalau anak-anak dipersiapkan bukan hanya secara akademik, tetapi juga diberikan wawasan, pengalaman dan pembentukan karakter, saya kira ini sangat positif. Ini sejalan dengan cita-cita kita untuk mempersiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Jonrius sendiri memiliki dua anak yang bersekolah di SMPN 41 Batam. Putrinya, Elsa Damianaa Sinurat, saat ini duduk di kelas IX.6, sedangkan putranya, Cornelius Nielsen Sinurat, duduk di kelas VIII.4.
Keterlibatan Jonrius dalam lingkungan sekolah kemudian semakin bertambah setelah dirinya dipercaya oleh orang tua siswa lainnya untuk menjadi Ketua Dewan Kelas IX.6.
Kepercayaan tersebut diberikan melalui proses pemilihan dewan kelas yang dilakukan setelah kegiatan sosialisasi visi, misi dan program sekolah.
Tidak hanya di kelas IX.6, Jonrius juga dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Kelas VIII.4.
Bagi Jonrius yang sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis, keterlibatan orang tua dalam lingkungan sekolah merupakan hal penting. Ia menilai komunikasi yang baik antara orang tua dan sekolah dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat bagi peserta didik.
Ia juga menyoroti program pelibatan orang tua sebagai pemateri dari perspektif pengalaman pribadi.
“Anak saya sudah kelas IX. Artinya sudah tiga tahun bersekolah di SMPN 41 Batam. Selama itu, baru kali ini saya melihat ada program yang secara khusus melibatkan orang tua untuk ikut memberikan materi berdasarkan profesinya,” ungkapnya.
Menurut Jonrius, program tersebut layak mendapatkan dukungan karena dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan kehidupan nyata yang akan dihadapi peserta didik.
Ia berharap program tersebut nantinya benar-benar dapat direalisasikan secara konsisten dan melibatkan orang tua dari berbagai latar belakang profesi.
Kegiatan rapat orang tua/wali peserta didik SMPN 41 Batam akhirnya tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi sekolah. Pertemuan tersebut menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi, menyamakan persepsi dan mempertemukan harapan sekolah dengan dukungan keluarga.
Antusiasme para orang tua menjadi sinyal positif bagi pihak sekolah dalam menjalankan berbagai program yang telah dirancang.
Dengan kepemimpinan baru Alfida Hasan, S.Pd., yang mulai bertugas sejak Agustus 2026, SMPN 41 Batam kini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan keluarga peserta didik.
Salah satu program yang sudah berjalan setelah kepemimpinan Alfida Hasan sebagai Kepala Sekolah yaitu mendorong siswa dan tenaga pengajar di SMPN 41 Batam untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui program "adiwiyata" yang saat ini sedang berjalan dan disambut baik oleh siswa, guru, dan orang tua siswa.
Harapannya, sinergi tersebut tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi berkembang menjadi kerja sama nyata dalam mendampingi anak-anak agar tumbuh sebagai generasi yang cerdas, mandiri, bertanggung jawab dan beradab, sekaligus memiliki bekal untuk mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. (Kris/*)
Editor: Red

